Sebagai upaya untuk membangun suasana akademik dan dalam rangka mengeksplorasi lebih jauh tentang pembelajaran di masa pandemi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan kegiatan rutin Research Discussion Forum yang pada bulan Nopember 2020 ini mengambil topik Facilitating Online Learners.

                Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 12 November 2020 ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini diikuti oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan pemateri Mokhamad Syaifuddin, Ph. D yang merupakan pakar pembelajaran online. Dalam paparannya disampaikan bahwa pembelajaran baik online (daring) maupun offline (tatap muka) masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun di masa pandemi guru mau tidak mau harus melaksanakan pembelaran secara daring. Oleh karenanya perlu adanya sebuah redefinition dari pembelajaran daring atau online learning.

                Syaifuddin lebih lanjut menyampaikan bahwa online learning sesungguhnya adalah suksesor dari pembelajaran jarak jauh yang pada masa dahulu dilakukan dengan cara yang lebih tradisional seperti mengirimkan materi dan assessment melalui pos dan pembelajaran melalui radio dan televise. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komputer, pembelajaran jarak jauh itu sekarang dapat dilakukan secara online (daring). Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, namun sesungguhnya itu tidak akan merubah peran guru. Seorang guru haruslah tetap menjadi resource, prompter, controller, assessor, organizer bahkan menjadi orang tua sekaligus teman bagi siswanya.  Jika peran ini tidak dapat dilakukan dalam masa pembelajaran daring dikhawatirkan guru hanya akan menjadi task-master yang sekedar memberikan tugas saja kepada siswa-siswinya. Untuk menghindari hal tersebut maka pembelajaran daring perlu di definisikan ulang.

                Beberapa hal yang dapat didefinisikan ulang terkait peran guru dalam pembelajaran daring agar dapat lebih memfasilitasi pembelajaran diantaranya terkait kehadiran guru di kelas, organisasi pembelajaran dan kerja kelompok, pengalaman belajar dan manajemen kelas.  Guru perlu menunjukkan kehadirannya di kelas. Tentu ini tidak berarti harus selalu menggunakan fitur-fitur telekonferensi. Syaifuddin mencontohkan emoticon atau meme yang diberikan guru di kelas ataupun memberikan feedback dan ruang diskusi melalui group WA adalah sebagian cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan ke siswa bahwa guru hadir bersama mereka. Selain itu guru juga perlu mengorganisasi pembelajaran dan kerja kelompok dengan lebih fleksibel. Sumber-sumber belajar sudah harus tersedia secara online. Siswa perlu diberi lebih banyak kegiatan yang bersifat project-based learning sehingga mereka dapat mengembangkan kreatifitasnya dan memiliki banyak fleksibilitas terkait waktu dan dengan siapa mereka akan belajar dan bekerja sama. Guru juga perlu untuk senantiasa berupaya menggunakan fitur-fitur pada teknologi informasi yang memungkinkan siswa untuk memiliki pengalaman belajar lebih. Video animasi, webquest dan vlogging adalah beberapa fitur yang dapat dipilih. Sementara untuk manajemen kelas dan penilaian guru dapat memanfaatkan platform-platform yang banyak tersedia secara gratis di internet. Dengan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia secara luas di internet, guru akan dapat tetap menjalankan fungsinya sebagai guru dalam pembelajaran daring sebagaimana dia menjalankan fungsinya dalam kelas tradisional. Dengan demikian pembelajaran siswa akan tetap terfasilitasi.

                Diskusi yang dipimpin oleh Rizka Safriyani, M. Pd. ini kemudian memantik beberapa ide penelitian diantaranya tentang bagaimana kreatifitas guru dalam mendesain pembelajaran daring, kreatifitas siswa dalam mengerjakan project untuk pembelajaran mereka. Termasuk dalam ranah yang bisa diteliti adalah unsur bahasa dan modalitas yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran daring. Lebih lanjut diskusi ini juga memunculkan rekomendasi agar kedepan dapat diupayakan adanya pangkalan data untuk produk-produk pembelajaran semacam video, modul maupun media yang lain yang dikembangkan oleh dosen dan dikompilasi oleh Fakultas agar dapat disebarluarkan untuk sebesar-besar manfaat untuk pengembangan pembelajaran di Indonesia. (PBI/FTK)

By admin