UINSA Newsroom, Sabtu (28/11/2020); Mengusung  tema ‘Connecting Language Assessment to The Real-World Communication’, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya membuka lebar jendela ilmu pengetahuan melalui seminar daring seri kelima ini.

Dalam seminar daring Program Pegabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diikuti oleh 60 lebih peserta dari kalangan guru, dosen, dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan institusi di Indonesa ini, Fahmy Imaniar, M.Pd sebagai moderator membuka dengan pernyataan bahwa dalam sebuah pembelajaran, mengubungkan sebuah Bahasa dengan kondisi atau kenyataan di dunia nyata adalah keharusan.

“Pembahasan bagaimana menghubungkan penilaian pembelajaran Bahasa dengan kondisi di sekitar siswa diharapkan mampu menjawab tantangan dan permasalahan terkait penilaian yang bermakna dalam kehidupan siswa,” ungkap Rakhmawati, M.Pd dalam pidato pembukaan seminar daring yang diadakan secara virtual melalui zoom meeting pada pukul 09.00-10.00 WIB.

Dua narasumber yang merupakan ahli dalam bidang ‘assessment’, yakni Fitriah, Ph.D dan Afida Safriani, MA secara bergantian memaparkan materi mengenai  ‘Connecting Language Assessment to The Real-World Communication’ dan ‘Integrated Performance Assessment’.

Mengajak peserta seminar dengan mengeksplor hubungan dari ‘Teaching, testing, and assessment’, Fitriah, Ph.D menyebutkan bahwa dalam menghubungkan penilaian penilaian pembelajaran Bahasa dengan keadaan dunia nyata, aktivitas ‘Teaching, testing, and assessment’ saling berhubungan dan berkaitan. Hal ini karena dalam kegiatan pembelajaran, pengujian dan penilaian sangatlah penting dilakukan demi terlaksananya pembelajaran yang lebih baik di masa depan.

“Seperti kita ketahui, penilaian berkaitan dengan peserta didik dan pencapaiannya. Sangat penting untuk melakukan asesmen karena kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar mentransfer ilmu, tapi juga memotivasi peserta didik atas progress yang dihasilkan, serta menjadi refleksi untuk perbaikan khususnya untuk pengajaran kedepannya.” Tutur Fitriah, Ph.D.

Penilaian pembelajaran Bahasa menurt Fitriah, Ph.D melibatkan lebih dari satu ketrampilan yang harus otentik (authentic) dan terintergrasi. Mengacu pada kata authentic assessment, Fitriah, P.hD mengajak peserta seminar melalui menti.com untuk mengutarakan pendapatnya mengenai pengertian authentic assessment. Banyak dari mereka mengatakan bahwa authentic assessment adalah tugas yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Lebih jelasnya, Fitriah, Ph.D menuturkan bahwa authentic assessment adalah penilaian yang melinatkan siswa dalam tugas yang berkaitan dengan pemecahan masalah dalam dunia nyata.

Authentic assessment dengan meminta siswa membuat rencana travelling, dimana siswa dilibatkan secara langsung untuk mencari tempat wisata, akomodadi, transportasi, dan kebudayaan dari berbagai sumber informasi seperti  video dari Youtube, podcast, dan artikel terkait lainnya,” imbuh Fitria, P.hD.

Pada sesi kedua, materi dilanjutkan oleh Afida Safriani, MA yang membahas mengenai ‘Integrated Performance Assessment’. Afida menekankan bahwa siswa harus memahami dan mampu menggunakan Bahasa Inggris di dalam maupun di luar kelas. Menyinggung standar komunikasi yag melibatkan mode interpretative, interpersonal, dan presentasional, Afida,MA berharap para guru mampu menyajikan pembelajaran dan penilaian dengan siklus ‘Integrated Performance Assessment’ ini.

“Contoh memberikan tugas dengan topik cyberbullying, siswa mampu mendiskusikan dalam kelompok kecil atau membuat proyek survei kecil dengan mewawancarai beberapa teman melalui aplikasi handphone yang ditentukan. Kemudian mempresentasikannya dengan menulis hasil laporan dalam bentuk teks maupun video” jelas Afida, MA. Kegiatan penilaian terhadap siswa dengan memberikan pengalaman belajar yang sesungguhnya diharapkan mampu mengintegrasikan empat cabang kemampuan (listening, speaking, reading, writing) dalam mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

By admin