Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bangku sekolah nomer wahid dalam membekali anak mengenai pelajaran dasar kehidupan. Seperti tutur John Locke dalam Tabularasa, “Sangat penting menanam nilai-nilai baik agar moral agama dan kecerdasan anak dapat memberi sumbangsih positif bagi kemajuan negara di masa depan,” tuturnya.


 DSC0798Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, mengadakan Kuliah Dosen Tamu dengan tema PAUD Pondasi Moral Agama dan Peradaban Bangsa. Disampaikan Prof.
Dr. Netti Herawati, M.Si., Ketua PP HIMPAUDI. Digelar di Aula yang juga menjadi Ruang Kelas PIAUD, Lantai 4 FTK pukul 13.30 WIB.
Disambut langsung Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FTK UINSA. Bertindak sebagai moderator dalam Kuliah Dosen Tamu ini adalah Dr. Imam Syafi'i, S.Ag, M.Pd, M.Pd.I., Dosen Bimbingan Konseling Anak Usia Dini (BKAUD) FTK UINSA.
Mengawali Kuliah Tamu, Prof. Netti menjelaskan soal Kekuatan Mimpi yang berawal dari firman Allah SWT: Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Berprasangka positif akan menghasilkan keindahan dan kebaikan dalam hidup kita.
"Setelah mengetahui firman itu, saya membuat mimpi ingin menjadi Profesor. Saya tulis dalam buku harian. Sekarang, alhamdulillah, impian itu sudah tercapai," tutur Prof. Netti, yang pernah mendapat predikat 10 Dosen Terbaik PIAUD Tingkat Nasional tersebut.
Selain mencapai itu, Kekuatan Mimpi juga digunakan Prof. Netti sebagai pondasi penting membentuk rumah tangga, "Saya dulu ingin mendapat suami Orang Jawa, setelah saya impikan dan tulis di buku harian, impian tersebut tercapai lagi," lanjut Prof. Netti, ibu yang memiliki 5 anak itu. Intinya, semua hal dapat dimulai dari membuat mimpi besar.
Menurut Prof. Netti, tema kuliah ini begitu penting, karena dapat digunakan dalam membentuk diri sebagai mahasiswa sejati, menambah semangat menjadi guru dan praktisi PIAUD masa depan.
"PIAUD merupakan pondasi moral agama dan peradaban bangsa. Sehingga guru PIAUD-lah yang menjadi penggerak dalam kemajuan peradaban bangsa ini sendiri," wejangan Prof. Netti pada peserta Kuliah Dosen Tamu yang seisi ruangan dipenuhi kaum hawa. Mereka adalah mahasiswi PIAUD FTK UINSA.
Tak ketinggalan, Prof. Netti mengutip ungkapan John Locke, dalam Tabularasa, bahwa setiap manusia dilahirkan bagaikan kertas putih yang bersih. "Ada yang menarik, anak-anak minum Air Susu Ibu (ASI) pada usia 6 bulan. Selain berisi Omega 3, ASI juga dapat membentuk kedekatan dan pembanding spiritual antara ibu dan anak. Sehingga ASI, menjadi paling pertama dalam membangun moral agama anak-anak," tutur Ketua PP HIMAPAUDI yang kala itu mengenakan baju merah tersebut.
Berikutnya, Prof. Netti juga menjelaskan, tujuan utama pendidikan adalah membentuk karakter, perilaku, dan membangun akhlak yang mulia. Seperti misalnya, mengajarkan adab sebelum berhitung, mengajarkan akhirat sebelum keduniawian.
"Ada orang tua buta yang ditelantarkan anaknya. Itulah contoh pondasi moral agama yang kurang. Kalau yang dipelajari matematika saja dan mengabaikan agama, ketika menjadi pengusaha serta pendapatan produksi berkurang karena kondisi pegawainya, maka dia tidak akan rela, banyak perhitungan, empatinya lemah," sambung Prof. Netti.
Dalam Kuliah Dosen Tamu tersebut, Prof. Netti juga membahas PIAUD dalam ajaran Nabi Muhammad SAW. "Dalam sebuah kisah, Abas sering diajak jalan-jalan Rasulullah, pesan yang ingin disampaikan ialah, bahagiakan dulu anak-anak, baru berikan pendidikan padanya," pungkasnya.
Semua peserta begitu antusias dan aktif berinteraksi selama acara berlangsung. Acara dipungkasi pukul 15.30 WIB. Ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat pada peserta.